Sabtu, 26 Desember 2015

Tugas Softskill Jurnal

REGULASI DIRI MAHASISWA BERPRESTASI


Ihsania Harimah1
Jurusan Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 16424



Abstraksi
            Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman regulasi diri dalam konteksnya, menyangkut motif, proses dan hal-hal apa saja yang mendukungnya, terutama untuk secara praktis mendukung upaya peningkatan prestasi mahasiswa yang dicanangkan di perguruan tinggi.
Penelitian ini berfokus pada penemuan makna dan pemahaman proses regulasi diri Mahasiswa Berprestasi dalam usahanya mencapai prestasi. Diketahui bahwa regulasi diri bagi Mahasiswa Berprestasi adalah dimilikinya sejumlah pikiran, perasaan, dan tindakan yang berkesesuaian, berkesinambungan dan fokus pada tujuan berprestasi. Regulasi diri adalah proses membawa diri menuju pencapaian tujuan menjadi manusia yang utuh; secara akademik (menjadi mahasiswa berprestasi), sosial (menjadi anak yang berbakti dan kakak teladan) maupun eksistensial (menjadi manusia yang bermanfaat).

Kata kunci: regulasi diri, mahasiswa berprestasi



Pendahuluan

            1.      Latar Belakang
Keinginan bangsa Indonesia untuk keluar dari keterpurukan dan meraih kejayaan memberikan tanggung jawab besar terhadap dunia pendidikan tinggi untuk bisa mencetak sumberdaya manusia yang berkualitas. Semua pihak, baik pemerintah, pengelola perguruan tinggi, masyarakat, maupun Regulasi diri mahasiswa berprestasi 51 Jurnal Psikologi Undip Vol.13 No.1 April 2014, 50-63 keluarga pun ingin agar mahasiswa berprestasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1997), berprestasi berarti mempunyai prestasi (atau hasil) dalam suatu hal dari yang telah dilakukan atau diusahakan. Seorang mahasiswa dikatakan berprestasi jika ia sukses dalam tugas akademik maupun non akademik. Ia menguasai bidang ilmu yang ditekuninya dan mencapai nilai hasil belajar yang baik. Ia pun aktif dalam kegiatan-kegiatan yang meningkatkan keterampilan, mengembangkan minat dan mengasah bakat dan potensinya.
Regulasi diri adalah perjuangan untuk mencapai keinginan, tetapi melakukan regulasi diri adalah suatu perjuangan; untuk bertahan dalam kesulitan dan kelelahan karena menghendaki hidup yang kompleks dan prestasi yang ideal; menahan dan menekan gejolak psikologis manusiawi yang mengganggu (rasa tidak suka, malas, ingin bersenang-senang, ingin menyerah, rasa terbebani, lelah, takut kalah, dan berkecil hati), serta terus-menerus memotivasi diri agar bangkit. Regulasi diri mengandung sebuah ironi; dikeluhkan sebagai proses yang berat, tetapi membanggakan dan membahagiakan, karena proses dan hasilnya tidak pernah siasia dalam membuahkan suatu pertambahan. Regulasi diri dilakukan lantaran adanya harapan akan kebaikan, keberhasilan, dan kesuksesan hidup di masa kini dan masa depan, dan keinginan menghindari nasib buruk menjadi orang yang kalah, gagal, dan mendatangkan akibat buruk bagi kehidupan orang lain.
            2.      Tujuan Masalah
Apa makna esensial dari pengalaman regulasi diri yang dilakukan oleh Mahasiswa Berprestasi dalam usahanya untuk berprestasi?
            3.      Rumusan Masalah
            4.      Harapan
Semoga kita bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi itu.



Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis untuk memahami makna esensial dan mengungkapkan dunia pengalaman secara psikologis (Giorgi & Giorgi, 2009).
Subjek penelitian ini adalah dua orang mahasiswa berprestasi yang diperoleh dengan menggunakan teknik sampling purposif. Kriteria inklusi subjek dalam penelitian ini adalah: 1) tercatat sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi; 2) mendapat gelar Mahasiswa Berprestasi berdasarkan kompetisi tahunan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi di tingkat universitas dan nasional. Subjek I (AH) berusia 20 tahun dan Subjek II (RM) berusia 21 tahun. Keduanya berjenis kelamin perempuan, anak sulung, suku Jawa, beragama Islam, dan sedang menempuh studi di semester 8.
Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara. Analisis data dilakukan dengan metode fenomenologi transendental dengan prosedur yang dirumuskan oleh Moustakas (1994) sebagai berikut: (1) membuat transkripsi hasil wawancara dan memahami keseluruhan pengalaman dengan membaca berulang-ulang; (2) melakukan horisonalisasi untuk menghasilkan unit-unit makna; (3) melakukan pengelompokan (clustering) dan menentukan tema dari unit-unit makna yang dikelompokkan; (4) membuat deskripsi tekstural dan deskripsi struktural individual; (5) mengidentifikasi tema-tema umum dan khusus; (6) menyusun deskripsi gabungan yang mengintegrasikan pengalaman seluruh subjek; serta (7) menyusun esensi.



Pembahasan

Mengamati kecenderungan dalam populasi mahasiswa, keberadaan mahasiswa yang berprestasi adalah suatu hal yang fenomenal. Sebagian dari mereka muncul sebagai mahasiswa yang mendapat gelar Mahasiswa Berprestasi dari mengikuti kompetisi tahunan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi. Kehidupan dan proses yang mereka jalani hingga mereka berhasil mencapai prestasi tinggi menarik perhatian peneliti. Di tengah kondisi kebanyakan mahasiswa merasa cukup dengan mencapai yang biasa-biasa saja, Mahasiswa Berprestasi tampak tidak demikian.
Salah satu faktor personal yang mempengaruhi prestasi seseorang adalah kemampuan melakukan regulasi diri (Woolfolk, 2010), yakni kemampuan menghasilkan pikiran, perasaan dan tindakan, merencanakan dan mengadaptasikannya secara terus-menerus untuk mencapai tujuan (Zimmerman, 2000)
Regulasi diri merujuk pada dilakukannya kontrol terhadap diri sendiri, terutama untuk menjaga diri tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan standar yang dikehendaki (Vohs & Baumiester, 2004). Regulasi diri merupakan proses penyesuaian yang ber-sifat mengoreksi diri sendiri, yang dibutuhkan untuk menjaga seseorang tetap berada pada jalur menuju tujuan dan penyesuaian tersebut berasal dari dalam diri sendiri (Carver & Scheier, 2000).
Regulasi diri adalah proses seseorang mengaktifkan dan memelihara pikiran, perasaan, dan tin-dakannya untuk mencapai tujuan personal (Zimmerman, 2000); baik tujuan yang bersifat akademik, emosional, sosial (Patrick, 1997; Santrock, 2008; Woolfolk, 2010;), dan spiritual (McCullough & Willoughby, 2009).
Regulasi diri mencakup area kehidupan yang luas, termasuk lingkungan akademik. Pembelajar yang mampu melakukan regulasi diri cenderung berhasil secara akademik. Mereka mampu belajar secara efektif dengan mengkombinasikan keterampilan belajar akademis (academic learning skill) dan kontrol diri yang membuat proses belajar menjadi lebih mudah sehingga mereka lebih termotivasi. Sebagai pembelajar, mereka memiliki dua hal yang diperlukan dalam berprestasi, yaitu keterampilan dan kemauan (Woolfolk, 2010).
Regulasi diri dipengaruhi oleh ada tidaknya kesempatan (Boekaerts & Niemivierta, 2000). Mahasiswa akan meregulasi dirinya jika kondisi lingkungan optimal baginya, tidak terlalu mengatur aspek-aspek dari tugas atau tuntutan dan lingkungan belajar serta memberikan kebebasan untuk bertindak dalam mencapai tujuan (Pintrich, 2000). Ketersediaan sumber belajar juga turut berpengaruh karena berkaitan dengan kesempatan yang dimiliki mahasiswa untuk mengembangkan diri dan mempelajari halhal baru lewat sumber-sumber belajar yang tersedia, misalnya buku, jurnal, internet, dan tempat untuk bertanya (Boekaerts & Niemivierta, 2000).
Regulasi diri memiliki dimensi sosial. Jika seseorang mengabaikan lingkungan sosial atau memandang lingkungan sosial sebagai penghambat, maka regulasi dirinya tidak akan efektif (Zimmerman, 2000). Mahasiswa akan mencari dukungan sosial, seperti afeksi, saran, maupun barang, untuk meningkatkan kemampuan meregulasi diri (Jackson Mackenzie, & Hobfoll, 2000).



Hasil

Berdasarkan hasil analisis data wawancara (proses horisonalisasi) terhadap kedua subjek, diperoleh 36 konstituen yang tak bervariasi (horison) dan konstituen tersebut dikelompokan ke dalam 12 tema umum. Kedua belas tema yang menyusun proses regulasi diri subjek tersebut, selanjutnya dikelompokan ke dalam tiga kategori, yaitu (1) motif-motif dalam proses regulasi diri; (2) proses regulasi diri dan pencapaian prestasi; dan (3) faktor-faktor pendukung



Daftar Pustaka



Jumat, 27 November 2015

TUGAS SOFTSKILL MINGGU 3

1.        Sebutkan macam-macam pemrosesan data dan jelaskan !

Pemrosesan data ( data processing) adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi
Macam macam dari pemrosesan data yaitu :
·         Pemrosesan Batch
adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses. Contoh dari penggunaan pemrosesan data batch adalah e-mail dan transaksi batch processing.
·         Pemrosesan Online
adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan pemrosesan data online adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.
·         Real Time System
Atau juga disebut Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan.
2.        Jelaskan Peranan alat Input, Output, Software , dalam memecahkan masalah!

  • Menjaga kesalahan input seminimal mungkin
  • Pencegahan dari suatu kesalahan
  • Pendeteksi dari suatu kesalahan
  • Pengkoreksi dari suatu kesalahan 
Semua alat input dan output dapat berkontribusi pada pemecahan masalah baik secara langsung dan tidak langsung. Contoh: keyboard , display monitor, printer dan plotter (berperan langsung),  source data automation device, microfilm (berperan tidak langsung).
Seperti halnya perangkat keras, perangkat lunak dapat juga berperan langsung atau tidak langsung. Contoh: sistem operasi (berperan tidak langsung), aplikasi bisnis umum dan industri (berperan tidak langsung), sebagian perangkat lunak aplikasi peningkatan produktivitas organisasi perorangan (berperan tidak langsung), spreadsheet, analisis statistik dan perkiraan, manajemen proyek (berperan langsung).


3.        A. Apa pengertian dari topologi jaringan !
B. Sebutkan keuntungan & kerugian dari 3 tipe topologi jaringan!

    A.    Pengertian topologi jaringan computer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi. Dan setiap macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenance nya.
      
      B.     KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI 3 TIPE TOPOLOGI JARINGAN

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI TOPOLOGI RING
Kelebihan/Keuntungan Topologi Ring
o    Lebih murah
o    Tidak diperlukannya host
o    Kecepatan dalam pengirimannya yang tinggi
o    Mudah dalam perancangan
o    Pengaksesan data yang optimal
o    Penggunaan kabel yang sedikit
o    Komunikasi antar terminal mudah
o    Mampu melayani traffic yang padat
Kekurangan/Kelemahan Topologi Ring
o    Pengiriman suara, video, dan data yang buruk
o    Kerusakan pada salah satu komputer dapat menyebabkan jaringan lumpuh
o    Memerlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles
o    Perusabahan jumlah perangkat yang sulit
o    Kinerja komunikasi bergantung dari banyaknya node yang terdapat pada jaringan

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TOPOLOGI BUS
Kelebihan/Keuntungan Topologi Jaringan Bus 
o    Jarak LAN yang terbatas
o    Tidak memerlukan pengendali pusat
o    Biaya yang relatif murah dikarenakan penggunaan kabel relatif sedikit
o    Kecepatan pengiriman yang tinggi
o    Jumlah perangkat dapat diubah-ubah tampa menggangu jaringan dan perangkat lainnya
Kekurangan/Kelemahan Topolog Jaringan Bus
o   Diperlukan repeater untuk memperkuat jaringan
o   Sulit mendeteksi adanya kerusakan atau gangguan
o   Dapat melumpuhkan jaringan jika kabel pusat rusak
o   Biasanya terjadi tabrakan data
o   Dapat mengalami kemacetan jika pengiriman dan penerimaan padat

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TOPOLOGI TREE (POHON)
Kelebihan/Keuntungan Topologi Tree 
o   Mudah mengembangkan menjadi jaringan luas
o   Mudahnya mendeteksi kerusakan atau kesalaahan
o   Manajemen data yang baik 
Kekurangan/Kelemahan Topologi Tree
o   Kinerja yang lambat
o   Hub menjadi peran penting
o   Menggunakan biaya yang banyak karena menggunakan banyak kabel dan hub
o   Jika komputer yang ada di tingkat tinggi mengalami masalah, maka komputer yang dibawahnya juga mengalami masalah

4.        A. Apa yang anda ketahui tentang file ,sebut dan jelaskan tipe file !
B. Bagaimana sistem pengorganisasian Database Tradisional berproses!

A.   File adalah entitas dari data yang disimpan di dalam sistem berkas yang dapat diakses dan diatur oleh pengguna. Sebuah berkas memiliki nama yang unik dalam direktori di mana ia berada. Alamat direktori dimana suatu berkas ditempatkan diistilahkan dengan path.
Tipe tipe File adalah sebagai berikut :
File Induk (master file)
File induk merupakan file yang terpenting pada suatu system. Sebuah file induk merupakan file yang digunakan untuk menyelesaikan tugas pokok tertentu dan dipelihara secara teratur. Contoh :System akademik memerlukan file induk yang mencatat data mahasiswa dan data matakuliah.
Ada 2 jenis tipe File Induk (master file)
1.      File Induk Acuan (reference master file) yaitu file yang berisi record yang tak berubah / jarang berubah. Contoh : file mahasiswa yang berisi field nim, nama, alamat, dll
2.      File Induk Dinamik (dynamic master file) yaitu file yang berisi record yang terus-menerus berubah dalam kurun waktu tertentu atau berdasarkan suatu peristiwa transaksi. Contoh : berkas stok barang, dll.

Transaction file atau file input
Yaitu file yang berisi informasi yang digunakan untuk memperbaharui file Master. Sehingga dengan adanya file transaksi ini, file master dapat berubah sesuai dengan informasi yang ada di file transaksi tersebut.
Report file / File Output
Yaitu file yang berisi data yang dibuat untuk laporan atau keperluan user, file ini hanya bisa dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar monitor.

History file
Yaitu file yang menyimpan data yang telah disimpan dalam bentuk suatu periode waktu tertentu yang telah lampau, biasanya digunakan untuk menyusun laporan yang bersifat tetap. Macam-macam file berdasarkan cara organisasinya, dibagi menjadi 2 jenis :
- File Sequensial
   yaitu file dimana dalam rangkaian fisik data yang satu dengan yang lainnya diakses berurutan sesuai dengan data secara fisik yang telah ditentukan sebelumnya.
   -   File Random
      yaitu file dimana dalam metode pengaksesannya dilakukan secara acak dan bebas tak berpengaruh pada urutan data tertentu.

Backup file
Yaitu salinan dari file-file yang masih aktif di dalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung.

Work File
Yaitu file sementara dari system yang merupakan alat untuk melewatkan data yang dibuat oleh program ke program lain. Dalam hal ini adalah proses perubahan file master dengan menggunkan file transaksi sebagai file pengganti atau perubahnya.

Program File
Yaitu file yang berisi intruksi-intruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain atau pada memori utama. Intruksi-intruksi tersebut ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman seperti BASIC, COBOL, FORTRAN, bahasa assembler dan lain sebagainya.
Teks File
Yaitu file yang berisi input data alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah teks editor program. Teks File ini hanya dapat diproses dengan menggunkanan teks editor.

Dump File
Yaitu file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (Security), mencatat tentang kegiatan pengUpdatetan, sekumpulan transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan. Dump File merupakan jenis file yang bersifat sementara.

Library File
Yaitu file yang digunakan untuk penyimpanan program aplikasi, program utilitas atau program lainnya. File ini bersifat tetap yang merupakan file sempurnanya dari dump file. Itulah perbedaan antara dump file dengan library file, dimana dump file hanya file sementara yang masih dalam proses perbaikan atau pengembangan sedangkan file library merupakan file finishing dari dump file.


B.    Sistem pengorganisasian database masih terpisah-pisah anatara database satu dengan database lainnya, sehingga banyak akibat negative yang ditimbulkan, anatara lain :
1.        Redudansi atau duplikasi data. Menyebabkan informasi menjadi kurang akurat,
       bahkan terjadi perbedaan karena data yang satu sudah diperbaharui sementara duplikatnya belum.
2.        Ketergantungan terhadap program aplikasi tertentu yang digunakan untuk mengolah masing-masing database yang dibangun
3.        Ketergantungan terhadap program aplikasi tertentu yang menyebabkan SI yang terbentuk menjadi kurang fleksibel
4.        Keterpisahan database satu dengan lainnya mengakibatkan tingkat keamanan data menjadi rendah.
5.      Penggunaan data bersama sangat kurang sehingga database kurang dapat dieksplorasi / diolah untuk menghasilkan laporan2 manajerial lintas departemental.

5.    Jelaskan 3 tingkat representasi data: 

1.    Level penyajian penampakan, representasi hasil pengolahan database menggunakan SI dalam format yang mudah di pahami oleh pemakai.
2.    Level konseptual, memperlihatkan file-file data yang dibuat dan hubungannya satu sama lain dalam sebuah lingkungan database.
3.    Level fisik, tahap terendah dari abstraksi data yang memperlihatkan struktur dan jenis data serta bagaimana data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam media     penyimpanan.




SUMBER :