Minggu, 27 November 2016

COSO DAN COBIT (Softskill 3.3)

COSO

Coso merupakan kepanjangan dari Committee Of Sponsoring Organizations of the Treadway Comission. yang artinya Komite Organisasi komisi sponsor treadway, dimana merupakan suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. Coso telah menerbitkan sebuah model pengendalian internal yang umum dengan perusahaan dan organisasi dapat menilai sistem pengendalian mereka. Misi utama coso adalah memperbaiki/meningkatkan kualitas laporan keuangan entilitas melalui etika bisnis, pengendalian internal yang efektif dan cooperate governance.

Sector swasta inilah yang membentuk "The Treadway Commission". (Treadway itu sendiri diambil dari nama ketua pertamanya James C. Treadway J). Komisi ini disponsori oleh 5 Professional Association yaitu: AICPA, AAA, FEI, IIA, IMA. Komisi ini mengeluarkan report pertamanya pada tahun 1987, isinya: merekomendasikan report komprehensif tentang Internal Control. Walaupun disponsori sama 5 Professional Association, tapi pada dasarnya komisi ini bersifat independen dan orang-orang yang duduk didalamnya berasal dari beragam kalangan: industri, akuntan publik, Bursa Efek, dan investor.

Coso memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan. Pengendalian bukanlah sesuatu yang ditambahkan dalam proses manajemen tersebut, akan tetapi merupakan bagian integral dalam proses tersebut. Komponen pengendalian intern menurut COSO adalah:
  1. Lingkungan pengendalian (control environment). Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh board.
  2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas dimana organisasi beroperasi.
  3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai.
  4. Informasi dan komunikasi (information and communication). Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.
  5. Pemantauan (monitoring). Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.










COBIT (Control Objective for Information & Related Technology)

COBIT adalah sebuah kerangka kerja yang dibuat oleh ISACA untuk Information Technology (IT) management dan IT governance. COBIT adalah sebuah toolset pendukung yang memungkinkan manajer untuk menjembatani kesenjangan antara persyaratan kontrol, masalah teknis dan risiko bisnis.

Pedoman COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengaturan TI secara efektif dan pada dasarnya dapat diterapkan diseluruh organisasi dan merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar dihampir seluruh negara. Dimana disetiap negara dibangun chapter yang dapat para profesional tersebut.

Komponen COBIT
  • Framework; Mengatur tata kelola TI tujuan dan praktek yang baik oleh TI domain dan proses, dan menghubungkan mereka dengan kebutugan bisnis.
  • Process descriptions; Sebuah proses referensi model dan bahasa yang umum bagi semua orang dalam sebuah organisasi. Peta proses untuk wilayah tanggung jawab merencanakan, membangun, menjalankan dan memantau.
  • Control objectives; Menyediakan satu set lengkap persyaratan tingkat tinggi untuk dipertimbangkan oleh manajemen untuk kontrol yang efektif dari setiap proses TI.
  • Pedoman manajemen; Bantuan tanggung jawab menetapkan, menyepakati tujuan, mengukur kinerja, dan menggambarkan hubungan timbal balik dengan proses lainnya.
  • Maturity models; Menilai kematangan dan kemampuan per-proses dan membantu untuk mengatasi kesenjangan.
Kerangka Kerja COBIT
  • Control Objectives; Terdiri atas empat tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam empat domain, yaitu: Planning & Organization, Acquisition & Implementation, Delivery & Support, dan Monitoring & Evaluation.
  • Audit Guidelines; Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atau saran perbaikan.
  • Management Guidelines; Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenail apa saja yang harus dilakukan.






Sumber;
http://apraysjournal.blogspot.co.id/2012/12/coso-dan-cobit.html
http://irmaseptyani.blogspot.co.id/2013/01/coso-dan-cobit_1029.html
http://ajenganugraheni.blogspot.co.id/2012/12/coso-dan-cobit.html

Sabtu, 26 November 2016

HAMBATAN PASIF DAN CONTOHNYA (SOFTSKILL 3.2)

Hambatan Pasif adalah hambatan yang terjadi karena tidak disengaja. Hambatan pasif bisa terjadi karena kesalahan yang dilakukan manusia, kegagalan sistem atau bisa juga karena faktor alam.

Contoh ancaman pasif ; 
System yang bermasalah, seperti karena bencana alam. Sistem bermasalah juga karena kegagalan - kegagalan peralatan dan komponen. Berbeda dengan hambatan aktif yang secara sengaja menghambat sistem, hambatan pasif di akibatkan oleh ketidaksengajaan. Hambatan pasif mencakupi system, termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran dan badai. Kesalahan system yang mewakili kegagalan peralatan komponen seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga, dan sebagainya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat keras dapat dilakukan dengan cara full backup data.




sumber:
http://mariefwicaksono.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-hambatan-pasif-dan-contohnya.html

Minggu, 13 November 2016

SOFTSKILL 3.1 HAMBATAN AKTIF DAN CONTOHNYA

Hambatan aktif adalah ancaman eksploitasi yang dilakukan oleh sekelompok orang atau perorangan yang tidak bertanggung jawab dalam penyalahgunaan sistem dengan memanipulasi prosedur yang sudah diatur. Tujuannya yaitu untuk kepuasan dari sang peminta/konsumen dan sang keuntungan sang pelaku pembuatnya. Contohnya seperti penipuan dari komponen/isi data komputer yang sudah dirubah secara semestinya oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi.


Contoh lain dari hambatan aktif yaitu adalah;

  • Data Tampering atau Data Diddling
Data Tampering adalah merubah data sebelum, atau selama proses dan sesudah proses dari sistem informasi. Data diubah sebelum diproses yaitu pada waktu data ditangkap didokumen dasar atau pada saat diverifikasi sebelum dimasukkan ke sistem informasi.
Data diubah pada saat proses sistem informasi biasanya dilakukan pada saat dimasukkan ke dalam sistem informasi.
Data diubah setelah proses sistem informasi yaitu dengan mengganti nilai keluarannya. Data diubah dapat diganti, dihapus atau ditambah. Kegiatan data tampering ini biasanya banyak dilakukan oleh orang dalam perusahaan itu sendiri.
  • Penyelewengan Program
Dengan cara ini, program komputer dimodifikasi untuk maksud kejahatan tertentu. Teknik-teknik yang termasuk dalam kategori ini adalah virus, worm. trojan horse, round down technique, salami slicing, trapdoor, super zapping, logic bomb atau time bomb.
  • Penetrasi ke Sistem Informasi

– Piggybacking adalah menyadap jalur telekomunikasi dan ikut masuk ke dalam sistem komputer bersama-sama dengan pemakai sistem komputer yang resmi.
– Masquerading atau Impersonation yaitu penetrasi ke sistem komputer dengan memakai identitas dan password dari orang lain yang sah. Identitas dan password ini biasanya diperoleh dari orang dalam.
– Scavenging yaitu penetrasi ke sistem komputer dengan memperoleh identitas dan password dari mencari di dokumen-dokumen perusahaan. Data identitas dan password diperoleh dari beberapa cara mulai dari mencari dokumen di tempat sampah sampai dengan mencarinya di memori-memori komputer.
– Eavesdropping adalah penyadapan informasi di jalur transmisi privat.
  • Pemanipulasian Masukkan
Dalam banyak kecurangan terhadap komputer, pemanipulasian masukkan merupakan metode yang paling banyak digunakan, mengingat hal ini dapat dilakukan tanpa memerlukan ketrampilan teknis yang tinggi.
  • Penggantian Program

Pemanipulasian melalui program dapat dilakukan oleh para spesialis teknologi informasi.
  • Penggantian Berkas Secara Langsung
Pengubahan berkas secara langsung umum dilakukan oleh orang yang punya akses secara langsung terhadap basis data.
  • Pencurian Data
Pencurian data seringkali dilakukan oleh “orang dalam” untuk dijual.
Salah satu kasus yang terjadi pada Encyclopedia Britanica Company. Perusahaan ini menuduh seorang pegawainya menjual daftar nasabah ke sebuah pengiklan direct mail seharga $3 juta.
  • Sabotase
Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara oleh Hacker atau Cracker.
Hacker       : para ahli komputer  yang  memiliki  kekhususan  dalam
menjebol keamanan  sistem  komputer  dengan  tujuan publisitas.
Cracker    : penjebol sistem komputer yang bertujuan untuk melakukan pencurian atau merusak sistem.

Hambatan aktif sendiri dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam melakukan sebuah pekerjaan, dan menyalahgunakan prosedur yang ada, dengan mengiming-imingi suatu hal untuk sebuah kepuasan konsumen.

Tiga kategori individu yang bisa menimbulkan serangan ke sistem informasi:
1.Karyawan sistim informasi
2.Para pemakai
3.Pengganggu


Hambatan aktif contohnya penipuan dalam sebuah komponen-komponen dari komputer dan sabotase.


Sumber

Senin, 07 November 2016

SOFTSKILL (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI) TUGAS KE 2.5

   2.5 Jelaskan Pengertian Data Flow Diagram dan Berikan Contoh Gambar DFD 


     A.    Pengertian Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) merupakan suatu cara atau metode untuk membuat rancangan sebuah sistem yang mana berorientasi pada alur data yang bergerak pada sebuah sistem nantinya. Dalam pembuatan Sistem Informasi, DFD sering digunakan. DFD dibuat oleh para analis untuk membuat sebuah sistem yang baik. Dimana DFD ini nantinya diberikan kepada para programmer untuk melakukan proses coding. Dimana para programmer melakukan sebuah coding sesuai dengan DFD yang dibuat oleh para analis sebelumnya. 

      
      B.    Contoh Dari Data Flow Diagram

   level-1




  SUMBER

SOFTSKILL (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI) TUGAS KE 2.4


2.4 GAMBARKAN SIMBOL - SIMBOL TAMBAHAN DAN ARTINYA


Picture
1. Penghubung
Keluar ke atau masuk dari bagian lain flowchart khususnya halaman yang sama 
Picture
2. Anak Panah
Merepresentasikan alur kerja 
Picture
3. Penjelasan
Digunakan untuk komentar tambahan 
Picture
4. Magnetic Disk
I/O yang menggunakan disk magnetik 
Picture
5. Magnetic Drum
I/O yang menggunakan drum magnetik 
Picture
6. Punched Tape
I/O yang menggunakan pita kertas berlubang 
Picture
7. Communication Link
Transmisi data melalui channel komunikasi, seperti telepon 




SUMBER
http://ghost-trainz.weebly.com/tugas-24-gambar-simbol-simbol-tambahan-dan-artinya.html

SOFTSKILL (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI) TUGAS KE 2.3

2.3 GAMBARKAN SIMBOL-SIMBOL PEMROSESAN DAN ARTINYA

Gambar







SUMBER
http://asyifafauziah93.blogspot.co.id/2013/11/23-gambarkan-simbol-simbol-pemrosesan_7.html

SOFTSKILL (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI) TUGAS KE 2.2

2.2 GAMBARKAN SIMBOL-SIMBOL MASUKAN DAN ARTINYA


simbol masukan







SUMBER
https://eviasiyah.wordpress.com/2013/10/29/2-2-gambarkan-simbol-masukan-dan-artinya/

SOFTSKILL (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI) TUGAS KE 2.1

2.1 Jelaskan Simbol-Simbol Dasar Flowchart

Jawab:

Pengenalan Flowchart

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.

Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman.

Pengertian Dasar Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma.

Simbol-simbol flowchart
Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Simbol-simbol yang dipakai antara lain :

Flow Direction symbol
flowdirectionsymbol       
Yaitu simbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain. Simbol ini disebut juga connecting line.
Terminator Symbol
terminatorsymbol
Yaitu simbol untuk permulaan (start) atau akhir (stop) dari suatu kegiatan

Connector Symbol
connectorsymbol
Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses dalam lembar / halaman yang sama.
Connector Symbol
connectorsymbol2
Yaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses pada lembar / halaman yang berbeda.
Processing Symbol
processingsymbol
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer
Simbol Manual Operation
simbolmanualoperation
Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer
Simbol Decision
simboldecision
Simbol pemilihan proses berdasarkan kondisi yang ada.
Simbol Input-Output
simbolinput-output  
Simbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya
Simbol Manual Input
simbolmanualinput
Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard
Simbol Preparation
simbolpreparation
Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.
Simbol Predefine Proses
simbolpredefineproses
Simbol untuk pelaksanaan suatu bagian (sub-program)/prosedure
Simbol Display
simboldisplay
Simbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer dan sebagainya.
Simbol disk and On-line Storage

simboldiskandon-linestorage
Simbol yang menyatakan input yang berasal dari disk atau disimpan ke disk.







Sumber
https://arifashkaf.wordpress.com/2015/11/02/2-1-simbol-simbol-dasar-flowchart/