Pentingnya Motivasi
Sebelum kita membahas motivasi lebih dalam ada baiknya
kita pahami terlebih dahulu arti kata motivasi. Motivasi adalah dorongan
psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat
keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku,
menurut Kartini Kartono motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap
seseorang agar mau melaksanakan sesuatu.
Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/ organisasi.
Sebagai mahasiswa, kita tentu ingin mendapatkan nilai atau hasil yang baik, dan hal tersebut dapat terwujud apabila kita selalu berusaha dan melakukan apa yang bisa membuat kita mendapatkan hasil yang terbaik. Keingingan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan ( GR terry ). Dalam hal itu, kesadaran tentang pentingya motivasi bagi perubahan tingkah laku harus kita miliki.
Selain penjelasan dari motivasi di atas, terdapat juga teori-teori motivasi yang masing-masing teori memiliki karakter berbeda-beda dan dalam hal ini terdapat beberapa kemiripan motivasi yang saya dapatkan dalam kehidupan saya dengan teori Mc Clelland.Dan untuk mengetahui kemiripan tersebut ada baiknya kita mengetahui sekilas tentang Mc Clelland.
Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/ organisasi.
Sebagai mahasiswa, kita tentu ingin mendapatkan nilai atau hasil yang baik, dan hal tersebut dapat terwujud apabila kita selalu berusaha dan melakukan apa yang bisa membuat kita mendapatkan hasil yang terbaik. Keingingan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan ( GR terry ). Dalam hal itu, kesadaran tentang pentingya motivasi bagi perubahan tingkah laku harus kita miliki.
Selain penjelasan dari motivasi di atas, terdapat juga teori-teori motivasi yang masing-masing teori memiliki karakter berbeda-beda dan dalam hal ini terdapat beberapa kemiripan motivasi yang saya dapatkan dalam kehidupan saya dengan teori Mc Clelland.Dan untuk mengetahui kemiripan tersebut ada baiknya kita mengetahui sekilas tentang Mc Clelland.
Pandangan Motivasi dalam organisasi
Motivasi disebut dengan istilah
kebutuhan(need),desakan(urge),keinginan(wish) dan dorongan (drive), yang
semuanya ini mempunyai pengertian yang sama yaitu sebagai suatu
keadaan yang ada pada diri seseorang yang mendorong untuk melakukan suatu
kegiatan guna mencapai keinginan atau tujuan. Dorongan ini biasanya di wujudkan
dalam bentuk perilaku.
Pandangan motivasi dalam organisasi
dapat di lihat dari tiga jenis teori
1.
model
tradisional
2.
model
hubungan manusiawi
3.
model
sumber daya manusiawi
Model tradisional
tidak lepas dari teori manajemen ilmiah yang di kemukakan
oleh Frederic winslow taylor. Model ini mengisyaratkan bagaimana manajer
menunjukkan pekerjaan-pekerjaan yang harus di lakukan dengan system pengupahan
insentif untuk memacu para pekerja agar memberikan produktivitas yang tinggi.
Teori produktivitas memandang bahwa tenaga kerja pada umumnya
malas , dan hanya dapat di motivasi dengan memberikan penghargaan dalam ujud
materi (uang). Pendekatan ini cukup efektif dalam banyak situasi sejalan dengan
peningkatan efisiensi. Disini pemutusan hubungan kerja sudah merupakan suatu
kebiasan dan para pekerja akan mencari jaminan daripada hanya kenaikan upah
kecil dan sementara.
Model hubungan manusiawi
Elton mayo dan para peneliti hubungan manusiawi
lainnya menemukan bahwa kontak-kontak social karyawan pada pekerjaan
adalah penting,kebosanan dan tugas yang rutin merupakan pengurangan dari
motivasi. Untuk itu para karyawan perlu di motivasi melalui pemenuhan
kebutuhan-kebutuhan social dan membuat mereka berguna dan penting dalam
organisasi.
Model sumber daya manusia
Mcgregor,maslow,argyris dan likert mengkritik hubungan
manusiawi, bahwa seorang bawahan tidak hanya di motivasi dengan memberikan uang
atau keinginan untuk mencapai keputusan, tetapi juga kebutuhan untuk
berprestasi dan memperoleh pekerjaan yang berarti , dalam arti lebih menyukai
pemenuhan keputusan dari suatu prestasi kerja yang baik, di beri tanggung jawab
yang lebih besar untuk pembuatan keputusan dan pelaksanaan tugas.
Teori teori motivasi
Teori petunjuk (prescriptive theories ) yaitu, bagaimana
memotivasi para karyawan , yang di dasarkan atas pengalaman coba-coba.
Teori isi (content theories), menanyakan apa penyebab perilaku,
macam teory ini yaitu hirarki kebutuhan dari Abraham maslow , teori
motivasi higeinis freed rick herzberg dan teori prestasi david mccleland.
Teori proses (process theories ). Menjelaskan bagaimana perilaku
di mulai dan di laksanakan . termasuk dalam hal ini , teori pengharapan , teori
pembentuk perilaku , teori porter lawler dan teori keadilan.
Teori teori isi
Memusatkan pada penyebab perilaku
terjadi dan berhenti yang terpusat pada kebutuhan, motif yang mendorong,
menekan, memacu dan menguatkan karyawan melakukan kegiatan, juga berhubungan
dengan faktor-faktor eksternal yang berupa insentif yang menyarankan, mendorong,
menyebabkan dan mempengaruhi untuk melaksanakan suatu kegiatan. Penekanannya
pada pengertian faktor-faktor internal dan kebutuhan. Ada tiga macam teori yang
dipakai dalam teori isi, antara lain :
1. Hirarki
kebutuhan Maslow
Menekankan pada kebutuhan manusia yang
tersusun dalam bentuk hirarki kebutuhan dari yang terendah sampai yang
tertinggi serta kebutuhan yang telah terpuaskan berhenti menjadi motivator
utama dari perilaku. Ada lima jenjang kebutuhan dalam hirarki kebutuhan Maslow,
yaitu :
§ Kebutuhan aktualisasi diri dan pemenuhan
diri (self-actualization needs)
§ Kebutuhan harga diri (esteem needs)
§ Kebutuhan sosial (social needs)
§ Kebutuhan keamanan dan rasa aman (safety
and security needs)
§ Kebutuhan fisiologis (phisiological
needs)
2. Teori
motivasi pemeliharaan Herzberg / teori motivasi higienis
Umumnya karyawan baru memusatkan
perhatiannya pada pemuasan tingkat kebutuhan lebih rendah dalam pekerjaan
pertama mereka, terutama rasa aman, bila telah terpuaskan akan memenuhi tingkat
yang lebih tinggi, seperti kebutuhan inisiatif, kreatifitas dan tanggung jawab.
Ada dua kelompok faktor yang
mempengaruhi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu kepuasan kerja (job
satisfaction) yang mempunyai pengaruh pendorong prestasi dan semangat
kerja serta ketidak puasan kerja (job dissatisfaction) yang
pengaruhnya negatif.
Disini dibedakan
antara motivator dan faktor-faktor pemeliharaan (higienic
factors = dissatisfiers). Motivator mempunyai pengaruh meningkatkan prestasi
atau kepuasan kerja, sedang faktor pemeliharaan mencegah merosotnya semangat
kerja. Faktor-faktor dalam teori motivasi pemeliharaan meliputi :
§ Pekerjaan yang kreatif dan menantang
§ Prestasi
§ Penghargaan
§ Tanggungjawab
§ Kemungkinan meningkat
§ Kemajuan

3. Teori
Prestasi dari McClelland
Ada korelasi positif antar kebutuhan
berprestasi dengan prestasi dan sukses pelaksanaan. McClelland mengemukakan
bahwa usahawan, ilmuwan dan profesional mempunyai tingkat motivasi prestasi
diatas rata-rata. Orang yang berorientasi prestasi mempunyai
karakteristik-karakteristik tertentu yang dapat dikembangkan, yaitu :
§ Menyukai pengambilan resiko yang layak
sebagai fungsi keterampilan, menyukai tantangan dan menginginkan tanggung jawab
pribadi untuk hasil yang dicapai.
§ Punya kecenderungan untuk menetapkan
tujuan-tujuan prestasi yang layak dan menghadapi resiko yang sudah
diperhitungkan.
§ Mempunyai kebutuhan yang kuat akan umpan
balik tentang apa yang telah dikerjakan.
§ Punya keterampilan dalam perencanaan
jangka panjang dan memiliki kemampuan organisasional.
Berkenaan dengan bagaimana perilaku
timbul dan dijalankan. Adapun teori-teori yang berkenaan dengan teori-teori
proses yaitu :
A.
Teori Pengharapan (Expectancy theory)
Dimana individu diperkirakan akan
menjadi pelaksana dengan prestasi tinggi bila :
§ Kemungkinan usaha mereka mengarah ke
prestasi yang tinggi.
§ Kemungkinan mencapai hasil yang
menguntungkan.
§ Hasil-hasil tersebut akan menjadi pada
keadaan keseimbangan, penarik efektif bagi mereka.
Menurut Victor Vroom (teori nilai
pengharapan Vroom) orang dimotivasi untuk bekerja bila :
§ Usaha-usaha yang ditingkatkan akan
mengarahkan ke balas jasa tertentu.
§ Menilai balas jasa dari hasil usahanya.
B.
Pembentukan Perilaku (Operant
conditioning)
Teori ini dikemukakan oleh B.F. Skinner
yang didasarkan pada hukum pengaruh (Law of Effect), bahwa perilaku yang
diikuti dengan konsekuensi-konsekuensi pemuasan cenderung diulang, sedang
perilaku yang diikuti konsekuensi hukuman cenderung tidak diulang.
Ada empat teknik yang dapat digunakan
manajer untuk mengubah perilaku bawahan, antara lain :
§ Penguatan positif, bisa primer maupun
sekunder.
§ Penguatan negatif, individu akan
mempelajari perilaku yang membawa konsekuensi tidak menyenangkan dan
menghindarinya di masa mendatang.
§ Pemadaman, dilakukan dengan peniadaan
penguatan.
§ Hukuman, manajer mengubah perilaku
bawahan yang tidak tepat dengan pemberian konsekuensi-konsekuensi negatif.
C.
Teori Porterm Lawyer
Merupakan teori pengharapan dari
motivasi dengan versi orientasi masa mendatang dan menekankan antisipasi
tanggapan atau hasil. Dasarnya yaitu kemungkinan usaha pengharapan yang
dirasakan, usaha yang dijalankan, prestasi yang dicapai, penghargaan yang diterima,
kepuasan yang terjadi dan mengarahkan ke usaha dimasa yang akan datang.
Model pengharapan menyajikan sejumlah
implikasi bagi manajer tentang bagaimana seharusnya memotivasi bawahan dan
implikasi. Implikasi ini mencakup :
1.
Pemberian
penghargaan yang sesuai dengan kebutuhan bawahan.
2. Penentuan prestasi yang diinginkan.
3. Pembuatan tingkat prestasi yang dapat
dicapai.
4. Hubungan penghargaan dengan prestasi.
5. Penganalisaan faktor-faktor yang
bersifat berlawanan dengan efektifitas penghargaan.
6. Penentuan penghargaan yang mencukupi.
Implikasi bagi organisasi adalah :
1.
Sistem
penghargaan yang dapat memotivasi perilaku.
2. Pekerjaan dibuat sebagai pemberian
penghargaan secara intrinsik.
3. Atasan langsung mempunyai peranan
penting dalam proses motivasi.
D.
Teori Keadilan
Orang akan selalu membandingkan antara
masukan dalam bentuk pendidikan, pengalaman, latihan dan usaha dengan hasil
atau penghargaan yang diterima. Keyakinan tentang adanya ketidakadilan akan
berpengaruh pada perilaku pelaksana kegiatan. Faktor kunci bagi manajer yaitu
mengetahui apakah ketidakadilan dirasakan, bukan apakah ketidakadilan secara
nyata ada. Teori keadilan ini memberikan implikasi bahwa penghargaan harus
diberikan sesuai yang dirasa adil oleh individu yang bersangkutan
http://www.slideshare.net/andiazka/teori-organisasi-wasis-2
