Rabu, 09 November 2022

Tugas V-class Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan

 1. Masyarakat Pedasaan


>> Kisah Pilu 3 Bersaudara di Mamuju, Putus Sekolah karena Tak Mampu Beli Seragam (Klik disini)

 


Tiga bersaudara di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa putus sekolah karena orangtuanya tak mampu membelikan mereka seragam dan perlengkapan sekolah

Sang Ayah, Mulyadi (53), mengaku tak mampu membiayai anaknya sekolah setelah ia kehilangan kedua tangannya usai kecelakaan kerja di tahun 2017. Mulyadi tak lagi mampu bekerja. Tugas mencari nafkah pun beralih ke istrinya, Jumiati. Sang istri bekerja sebagai asisten rumah tangga dari pagi hingga malam. Namun penghasilan Jumiati sebagai asisten rumah tangga hanya cukup untuk makan keluarganya.  

Kemiskinan yang menimpa keluarganya sejak ia cacat fisik membuat anak sulungnya memutuskan berhenti sekolah dan memilih bekerja untuk menambah biaya hidup keluarganya. Kenyataan ini semakin ironis karena tak ada satu pun anak Mulyadi yang menerima beasiswa meski ia masuk dalam keluarga kurang mampu.

Pria asal Kalimantan Timur ini berharap pemerintah memberi perhatian dan bantuan pada keluarganya. Pasalnya hingga kini, belum ada pihak pemerintah yang datang menemui atau sekadar memberi bantuan seragam. 

 ===Solusi===

Dinas sosial Mamaju seharusnya mendata masyarakat kurang mampu yang nantinya data tersebut dapat dijadikan acuan sebagai masyarakat dengan kategori "prioritas" untuk mendapatkan bantuan segera.  

 

 >>Krisis Air Bersih, Warga Kota Bima Konsumsi Air Asin Bertahun-tahun (Klik disini)

 


Krisis air bersih selama bertahun-tahun dirasakan warga Kota Bima, NTB. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan air sumur yang rasanya asin untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketua RT 17 Kelurahan Tanjung, Mahani mengaku, warga yang tinggal di kampung Sarata itu mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan solusi.

Kondisi ini sudah cukup lama dan bahkan warganya sudah terbiasa minum air asin yang bercampur air laut tersebut. Itu dilakukan karena warga setempat kesulitan mencari sumber air tawar. Mahani mengatakan, penyebab air sumur di sekitar rumahnya itu terasa asin akibat terkontaminasi air laut.

Krisis air yang berkepanjangan ini juga dikeluhkan warga lain. Dahlan, warga setempat mengatakan, sudah puluhan tahun ia dan keluarga terpaksa menggunakan air sumur yang tidak layak konsumsi itu. Penggunaan air sumur ini, kata dia, terpaksa dilakukan dirinya lantaran tak ada air tawar yang bisa diambil warga.

Sementara layanan air bersih dari SPAM milik pemerintah, kata dia, hingga saat ini belum juga dinikmati warga. Padahal, pipa induk maupun jaringan telah dipasang. Bahkan meteran air telah dipasang di hampir rumah warga. 

Meskipun pemerintah sudah turun tangan, namun bantuan air bersih yang diterima tidak rutin. Bahkan, belakangan warga mengeluh sudah cukup lama tidak lagi mengonsumsi air bersih dari tangki berkapasitas 5.000 liter milik BPBD tersebut. Menurut dia, pasokan air bersih itu tiba-tiba terhenti. Padahal mereka yang berada di kelurahan itu sulit untuk mendapatkan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari hari.

 ===Solusi===

1. Perlu adanya monitoring dari pemerintah setempat untuk memastikan apakah bantuan air bersih diterima oleh warganya

 2. Diperlukan adanya pengeboran mata air dengan kedalaman tertentu untuk memenuhi kebutuhanair warga setempat.

 

 

2. Masyarakat Perkotaan

>> Kagetnya Warga Jaksel Terima Surat Tilang gegara Nopol Dipalsukan Pelanggar (Klik disini)

 


Warga Jakarta Selatan (Jaksel) bernama Rivki mengaku kaget setelah mendapatkan surat tilang elektronik (e-TLE) dari Ditlantas Polda Metro Jaya. Padahal Rivki tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.

Rivki mengaku menerima surat tilang elektronik pagi tadi. Dalam surat itu, disebutkan pengendara mobil Daihatsu Sirion melakukan pelanggaran lalu lintas karena tidak memakai sabuk pengaman.

Mobil pelanggar yang terekam kamera e-TLE di Senayan adalah Daihatsu Sirion warna hitam dengan nopol B-1944-SRX, yang sama dengan nopol kendaraan milik Rivki. Bedanya, warna mobil Rivki adalah warna abu-abu metalik.

Rivki mengaku sempat mengadu ke nomor WhatsApp pengaduan e-TLE. Namun dia tidak mendapatkan jawaban yang solutif. Dia berharap ada kejelasan terkait masalah surat tilang yang menyasar kepadanya. Dia merasa dirugikan karena harus mengurus hal yang bukan merupakan pelanggarannya.


   ===Solusi===

1. Diperlukan adanya pengembangan sistem dari etilang tersebut dimana dapat mengetahui adanya nomor kendaraan yang palsu.

2. Kepolisian harus tindak tegas terhadap pelaku/penjual dari nomor kendaraan palsu, sehingga tidak terulang kembali kejadian seperti ini


>> Sistem Baru TransJakarta Berbuah Keluhan Penumpang di Mana-mana (Klik disini)




TransJakarta memberlakukan sistem baru yakni satu kartu hanya bisa dipakai untuk satu orang penumpang. Sistem baru tersebut menimbulkan keluhan dari mana-mana.

Sistem baru ini berbeda dengan sebelumnya. Di mana satu kartu busway bisa digunakan untuk beramai-ramai. Kini, setiap penumpang TransJakarta diwajibkan untuk tap in dan tap out.

Salah satu penumpang, Sulis, mengatakan penetapan tap in dan tap out di halte TransJakarta kurang efektif. Hal tersebut lantaran ia harus menempelkan kartu beberapa kali.

Selain itu antrean hari pertama pemberlakuan menular sejak pukul 05.00 WIB lantaran banyak penumpang yang belum tahu penerapan itu.
 

 

 

 ===Solusi===

Sebaiknya perlu diinformasikan terkait adanya perubahan sistem Transjakarta dari 3 hari sebelumnya, bisa melalui sosial media (Instagram, Twitter, ataupun Facebook), saluran TV, ataupun pengumanan dihalte Transjakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar