Kamis, 14 April 2016

Tugas Softskill - WAWASAN NUSANTARA

Wawasan Nusantara adalah sebuah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia dimulai dari lingkungannya dan mengutamakan persatuan serta kesatuan wilayah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanaannya wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional. 

Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara dimana cara pandang yang ada dalam nusantara untuk mencapai keutuhan nasional. Jadi hakikat wawasan nusantara adalah dimana sikap dan tidak kita menunjukan bahwa kita adalah warga negara Indonesia yang memiliki peran penting untuk memajukan Indonesia


Dishub DKI Memperpanjang Uji Coba Penghapusan 3 in 1 hingga 14 Mei 2016

Jakarta - Uji coba peniadaan 3 in 1 tahap kedua telah selesai dilaksanakan pada Rabu (13/4) kemarin. Namun, Dishubtrans DKI sepakat untuk memperpanjang uji coba tersebut hingga 14 Mei 2016.

"Uji coba akan diperpanjang sampai dengan 4 minggu ke depan (14 Mei 2016) dan akan dilakukan perhitungan perbandingan volume lalu lintas (V/C Ratio) dan perbandingan waktu tempuh (travel time) sebelum dan sesudah ujicoba 3 in 1," ujar Kadishubtrans DKI Andri Yansyah dalam keterangan yang diterima detik.com, Kamis (14/4/2016).

"Disamping itu, akan dilakukan perbaikan pada metode jajak pendapat (polling) dengan memperhatikan akurasi reponden," imbuhnya.

Hal ini disampaikan Andri dalam laporannya usai rapat evaluasi ujicoba penghapusan 3 in 1 bersama Kadirlantas Polda Metro Jaya, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Jasa Marga, Biro Perekonomian dan Dishubtrans DKI. Meski demikian, Dishubtrans DKI dan Dirlantas Polda Metro Jaya siap menyediakan 20 unit bus gratis bolak-balik disepanjang jalur 3 in 1 sebagai bentuk dukungan terhadap layanan umum.

"Dishub dan Dirlantas Polda Metro siap memperpanjang pelarangan kendaraan roda dua melintas sampai ke Senayan dengan di backup 20 unit bus gratis bolak-balik di sepanjang jalur 3 in 1," kata Andri.

Pihaknya juga meminta kepada PT Transportasi Jakarta untuk segera menyelesaikan proses administrasi bus bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Dari 600 bus baru 49 unit yang sudah selesai. Jika 600 bus sudah terealisasi, 66% akan dioperasikan didalam koridor TransJakarta dan 34% TransJabodetabek," terang mantan camat Jatinegara ini.

Dia juga menugaskan kepada Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kebijakan perpanjangan uji coba penghapusan 3 in 1. Pihaknya juga akan melakukan pengaturan jalan alternatif sebelum dan sesudah memasuki kawasan 3 in 1.

Andri pun meminta agar unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Linta (UP SPLL) Dishubtrans memastikan Traffic Light di sepanjang koridor 3 in 1 berfungsi dengan optimal. Selama pelaksanaan uji coba tersebut dilakukan, Dishubtrans DKI dibantu dengan aparat kepolisian dan Satpol PP akan menempatkan anggotanya di 42 titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
(aws/nwk)


Komentar saya :
Saya setuju kalau sistem 3 in 1 dihapus kan. Karena tidak ada lagi joki dan bahkan anak kecil menjadi jokinya. Ini bisa menjadi kasus eksploitasi anak kenapa? karna anak kecil sekitar SD sudah bekerja menjadi joki.  Selain itu juga joki menjadi kondisi lalu lintas agak sedikit macet. Saya pernah melihat joki dari jam setengah 8nan sudah ada di sepanjang jalan Kwitang Raya sampai Medan Merdeka Selatan. Berjejer di jalanan sambil men-stop mobil-mobil yang sedang jalan. Saya heran gak ada kerjaan lain apa sampai harus jadi joki seperti itu?

Untuk memperpanjang peng-uji cobaan penghapusan 3 in 1 saya rasa tidak perlu diperpanjang sampai 14 mei 2016. Cukup sampai akhir April saja. 

Disamping itu kalau sistem 3 in 1 dihapuskan maka macet disekitar kawasan 3 in 1 menjadi tambah parah. Soalnya orang yang biasa tidak membawa mobil ke kantor karna 3 in 1 sekarang mereka berbondong-bondong membawa kendaraan pribadi mereka. Menurut saya jalanan besar tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang ada. Seharusnya dilakukan pelebaran jalan atau dibatasi kendaraan pribadi yang dilalui.

Saya mengusul ide bagaimana kalau mau menghapus sistem 3 in 1 harus dibenahi angkutan umum (misalnya transjakarta; memperbanyakan armada bus transjakartanya. Karna menunggu bus transjakarta seperti menunggu jodoh #halah_- lama sekitar 10-15 menit dan sekali ada itu penuh dan gak bisa masuk. Lalu memperbanyak bus-bus gratis yang tidak mengetem seperti metromini-_-). Selain angkutan umum, untuk sistem jalanan berbayar atau electronic road pricing (ERP) belum 100% matang penggunaanya. Dan penertiban parkir di badan-badan jalan yang membuat jalanan menjadi tambah macet. Intinya jika mau menghapus sistem 3 in 1 dibenahi terlebih dahulu disekelilingnya, selain itu juga harus ada kerja sama Pemprov DKI dengan Kepolisian Lalu Lintas dan Dishub untuk mengatur lalu lintas agar mengurangi kemacetan. 



Sumber
http://genggaminternet.com/wawasan-nusantara-dan-pengertian-wawasan-nusantara/
http://news.detik.com/berita/3188212/dishub-dki-memperpanjang-uji-coba-penghapusan-3-in-1-hingga-14-mei-2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar