Sabtu, 18 Oktober 2014

Konsep Dasar Pemrograman

Sebelum kita membuat suatu bahasa pemrograman, maka kita perlu mengetahui:
  1. Pemahaman masalah
  2. Solusi masalah
  3. Pemahaman tata bahasa (sintaks) bahasa pemrograman
Baru setelah itu dapat kita buat pemrograman, memakai bahasa pemrograman yang menurut kita paling sesuai menurut kebutuhan.
Contoh : Pascal, Cobol, Delphi, dll.

Program merupakan himpunan atau kumpulan instruksi yang dibuat oleh programmer atau sesuatu executable dari suatu software.

Pemrograman adalah suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu, dimana instruksi tersebut menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer atau yang dikenal dengan bahasa pemrograman.

Bahasa Pemrograman merupakan prosedur atau tata cara penulisan program. Pada bahasa pemrograman terdapat dua faktor penting, yaitu sintaks dan semantik.

Fungsi Bahasa Pemrograman adalah sebagai media untuk menyusun dan memahami serta sebagai alat komunikasi antara pemrograman dengan komputer.

Secara umum terdapat 4 kelompok bahasa pemrograman, yaitu:
  1. Object oriented language (Visual dBase, Visual FoxPro, Delphi, Visual C)
  2. High level language (seperti pascal dan basic)
  3. Middle level language (bahasa c)
  4. Low level language (bahasa Assembly)
Tipe Pemrograman ada 7 macam, yaitu:

1. Pemrograman Prosedural

Definisi prosedural adalah :
  • Tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
  • Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu masalah.
Bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran dan C mendukung kegiatan pemrograman prosedural, karena itu mereka dinamakan juga bahasa prosedural.

2. Pemrograman Terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat menggunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Contoh bahasa pemrograman terstruktur : Pascal, Cobol, RPG, ADA, C.

3. Pemrograman Modular
Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine, yaitu sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas. Pemrograman ini banyak dimanfaatkan oleh bahasa pemrograman berbasis obyek.

4. Pemrograman Fungsional
Disebut bahasa pemrograman fungsional karena memang pada program seluruh kodenya berupa fungsi-fungsi. Bahasa pemrograman fungsional merupakan salah satu bahasa pemrograman yang memperlakukan proses komputasi sebagai evaluasi fungsi-fungsi matematika. Contoh: Lisp, Schme, ML, Haskell.

5. Pemrograman Berorientasi Obyek
Obyek : Elemen yang memiliki fungsi, metode, karakteristik tertentu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.
Class : Kumpulan obyek-obyek yang memiliki kesamaan karakteristik.

  • Merupakan bahasa pemrograman yang mampu memanfaatkan obyek-obyek yang tersedia atau membuat suatu obyek tertentu dengan menggunakan bahasa pemrograman.
  • Mampu merefleksikan kebutuhan-kebutuhan user sebagaimana layaknyayang ada di dunia nyata.
  • Relatif lebih fleksibel dan mudah diadaptasikan terhadap perubahan suatu program.
  • Memiliki feature yang memperkuat dan meningkatkan fleksibilitas suatu obyek dengan adanya class, instance, encapsulation, inheritance, reusability, dan polymorphism.
Contoh: C++, SmallTalks, Java.

6. Pemrograman Visual 
  • Penggunaan ekspresi visual (seperti grafik, gambar, atau ikon) dalam proses pemrograman
  • Mengacu pada aktivitas yang memungkinkan pengguna untuk membuat program dalam dua (atau lebih) dimensi.
7. Pemrograman Even-Driven
Menggunakan konsep "jika sebuah aksi/perintah dilakukan terhadap sebuah obyek, apa yang akan terjadi/dilakukan oleh obyek tersebut selanjutnya"
Sangat fleksibel dalam pembuatan koding program, karena sudah menggunakan konsep OOP dimana pemrograman dapat dimulai dari obyek yang diinginkan tanpa harus terurut. biasanya merupakan jenis bahasa pemrograman visual.
Contoh : Visual Basic, Visual C++, Delphi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar